IZgo2gFIxJu19pxANHGNV2a5v0alVBHAwldraN8c
Ibu Harus Tau! Pencegahan Penyakit Pada Anak Dengan Imunisasi Sejak Dini

Iklan Billboard 970x250

Free Download Blogger Template High CTR AdSense

Ibu Harus Tau! Pencegahan Penyakit Pada Anak Dengan Imunisasi Sejak Dini

imunisasi anak sejak dini

ayodokter.com - Dalam hal ini dikatakan bahwa sistem pertahanan tubuh orang tersebut cukup untuk mengatasi dan mengalahkan kuman-kuman penyakit itu. Tapi bila kuman penyakit itu ganas atau berbahaya, sistem kekebalan tubuh terutama pada seseorang dengan daya tahan tubuh yang lemah, tidak mampu mencegah kuman tersebut berkembangbiak sehingga dapat mengakibatkan penyakit berat yang dapat membawa pada cacat dan kematian.

Sistem imun adalah suatu sistem dalam tubuh yang terdiri dari sel-sel serta produk zat-zat yang dihasilkannya, yang bekerja sama secara kolektif dan terkoordinir untuk melawan benda asing seperti kuman-kuman penyakit atau racunnya, yang masuk ke dalam tubuh.

Pentingnya pemberian imunisasi terutama saat masa anak-anak untuk mencegah datangnya penyakit yang tidak pernah diketahui kapan datangnya. Untuk itu pada artikel ini akan membahas tentang imunisasi lebih lanjut. Selamat membaca.

Apa itu Imunisasi?

Imunisasi merupakan pemberian kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit dengan memasukkan sesuatu kedalam tubuh agar tubuh tahan terhadap penyakit yang sedang mewabah atau berbahaya bagi seseorang. Imunisasi berasal dari kata imun yang berarti resisten atau kebal.

Imunisasi terhadap suatu penyakit hanya akan memberikan kekebalan pada penyakit tertentu saja, sehingga untuk terhindar dari penyakit lain diperlukan imunisasi lainya. Imunisasi biasanya lebih fokus diberikan kepada anak-anak karena sistem kekebalan tubuh mereka masih belum sebaik orang dewasa, sehingga rentan terhadap serangan penyakit berbahaya.

Imunisasi tidak cukup hanya dilakukan satu kali, tetapi harus dilakukan secara bertahap dan lengkap terhadap berbagai penyakit yang sangat membahayakan kesehatan dan hidup anak. Tujuan dari diberikannya  imunisasi adalah untuk mengurangi angka kematian dan kecacatan penderita suatu penyakit yang sangat membahayakan kesehatan seseorang.

Apa saja manfaat dan efek samping dari Imunisasi?

Adapun keuntungan yang didapat dari imunisasi, yaitu pertahanan tubuh yang terbentuk oleh beberapa vaksin akan dibawa seumur hidup, murah dan efektif, dan tidak berbahaya (reaksi serius sangat jarang terjadi, jauh lebih jarang daripada komplikasi yang timbul apabila terserang penyakit tersebut secara alami).

Keuntungan lain dari imunisasi, seiring angka kesakitan yang menurun, akan menurun pula biaya pengobatan dan perawatan di rumah sakit. Selain itu, dengan mencegah seorang anak dari penyakit infeksi yang berbahaya, berarti akan meningkatkan kualitas hidup anak dan meningkatkan daya produktivitas di kemudian hari.

Sedangkan efek samping imunisasi umumnya tergolong ringan, misalnya, nyeri atau bekas berwarna kemerahan di bagian yang disuntik kadang juga seperti lebam pada kulit, demam, pusing, mual dan hilangnya nafsu makan. Untuk efek samping yang tergolong parah misalnya kejang dan reaksi alergi, jarang sekali terjadi.

Macam-macam Imunisasi

Beberapa penyakit yang dapat dihindari dengan imunisasi yaitu seperti hepatitis B, campak, polio, difteri, tetanus, batuk rejan, gondongan, cacar air, tbc, dan lain sebagainya. Berikut penjelasannya:

  • Vaksin Hepatitis B.

Paling baik diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir dan didahului pemberian injeksi vitamin K1. Hal tersebut penting untuk mencegah terjadinya perdarahan akibat defisiensi vitamin K. Bayi lahir dari ibu HbsAg positif, diberikan vaksin hepatitis B dan  HBIg pada ekstremitas yang berbeda, untuk mencegah infeksi perinatal yang beresiko tinggi untuk terjadinya hepatitis B kronik. Vaksinasi hepatitis B selanjutnya dapat menggunakan vaksin hepatitis B monovalen atau vaksin kombinasi.

  • Vaksin Polio.

Pada saat bayi lahir atau saat dipulangkan harus diberikan vaksin polio oral (OPV-0). Selanjutnya, untuk polio-1, polio-2, polio-3 dan polio booster dapat diberikan vaksin polio oral (OPV) atau inaktivasi (IPV), namun sebaiknya paling sedikit mendapat satu dosis vaksin IPV. Pemberian vaksin ini gunanya untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit polio myelitis.

  • Vaksin BCG.


Pemberian vaksin BCG dianjurkan sebelum anak usia 3 bulan, optimal diberikan pada umur 2 bulan. Apabila diberikan sesudah umur 3 bulan, perlu dilakukan uji  antibodi. Gunanya untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit tuberkulosis (TBC). Kekebalan yang diperoleh anak tidak mutlak 100%, jadi kemungkinan anak akan menderita penyakit TBC ringan, akan tetapi terhindar dari TBC berat-ringan.

  • Vaksin DTP.


Vaksin DTP pertama diberikan paling cepat pada umur 6 minggu. Dapat diberikan vaksin DTwP atau DtaP atau kombinasi dengan vaksin lain. Untuk anak umur lebih dari 7 tahun DTP yang diberikan harus vaksin Td, di booster setiap 10 tahun.    Gunanya untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit difteri, pertusis, tetanus.

  • Vaksin Campak.

Imunisasi campak, diberikan 3 kali pada umur 9 bulan, 2 tahun, dan pada SD kelas 1. Untuk anak yang telah mendapat imunisasi MMR umur 15 bulan, imunisasi campak umur 2 tahun tidak diperlukan. Gunanya untuk memberi kekebalan terhadap penyakit campak.
Dan vaksin lainnya seperti vaksin pneumokokus, vaksin rotavirus, vaksin varicella, vaksin influenza, vaksin tifus, vaksin hepatitis A dan vaksin human papilloma virus (HPV). Di Indonesia, vaksin hepatitis B, polio, BCG, DTP dan campak merupakan imunisasi wajib. Sedangkan sisanya seperti yang telah disebutkan sebelumnya merupakan vaksinasi yang direkomendasikan.

Seperti yang telah Anda ketahui, imunisasi merupakan bagian yang penting dalam tahap kehidupan seorang anak karena berfungsi sebagai pencegahan primer terhadap penyakit infeksi.

Dalam imunisasi aktif atau vaksinasi, sistem imunitas tubuh dirangsang untuk mengenali dan memproduksi antibodi terhadap suatu bakteri atau virus penyebab penyakit tertentu sehingga tubuh memiliki pertahanan yang lebih baik jika sewaktu-waktu terinfeksi. Oleh karena itu, sangat penting bagi orangtua dan petugas kesehatan untuk memastikan seorang anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwalnya.
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar